Showing posts with label random. Show all posts
Showing posts with label random. Show all posts

Wednesday, 19 November 2014

Parable about Life

Life is like a book, it has many different chapter for us. But, a chapter of the book can’t define the whole value of book itself. One good chapter doesn’t mean the book is perfect. One bad chapter doesn’t mean it’s the failure of the book. So does about life.

In life, beside every beautiful thing, there’s some kind of pain. On the other hand, every pain has their own beautiful meaning. In life, good things were made to share our happiness with others, and bad things were made to learn how to be stronger each day. In life, love and loss hold hands together.

If good things in life are white and the bad things are black, then our life will be monochrome, just like a crosswalk. Some people love it tho. Like, you can never go wrong with black and white. But some people need more. They need grey, red, blue, yellow, green, magenta, purple, maroon, and so on. Because for some people, life is not just about good or bad. It’s about anything that matters, anything that makes life worth living for. There’s nothing wrong with monochromed or coloured life, because both black-and-white novel and full-colour comic are interesting, right?

It’s our choices to write on our own book. We just have to remember that there’s no white if there’s no black, and the colours means nothing if we don’t know how to see black and white. Every chapter has their own meaning. In the end, we just have to make it worth remembering.


"Life is a story, makes yours the bestsellers." - Anonymous

Friday, 18 April 2014

Rancu

Pernahkah kau merasa sedih tanpa alasan yang jelas?
Emosi tidak terkendali,
tapi tak mengerti apa penyebabnya.

Lalu kau mulai memikirkan
tentang hal-hal yang tidak seharusnya dipikirkan.
Overthinking, katanya.

Di satu sisi, harus tetap tersenyum dan berkata,
“Tidak ada apa-apa.”
Bukankah itu sedih yang sangat menyedihkan?

Friday, 31 January 2014

Sebuah Kalimat yang Menjadi Begitu Bermakna Ketika Diungkapkan


Entah mengapa, saya sangat menyukai kalimat ini:
Aku butuh kamu.

I need you.

Aku membutuhkanmu.

Butuh. Need.

Kata favorit saya, mungkin.

Pahamilah maknanya ketika seseorang mengatakannya padamu.

Perasaan bahwa ada yang membutuhkanmu, alih-alih hanya mengagumi maupun menyukai.

Bahwa kehadiranmu berarti.

Ah. Menyenangkan, bukan?

Thursday, 23 January 2014

Dasar Manusia!

Dasar manusia
Kalau hujan: “Malas ah, nanti kehujanan.”
Kalau panas: “Malas ah, panas bikin gosong.”

Dasar manusia
Dibilang gendut: “Emang iya aku gendut?! Kamu jahat!”
Dibilang kurus: “Ah bohong, pasti ngomong gitu cuma buat nyenengin.”

Dasar manusia
Kalau ada yang sama: “Aw kita sehati.”
Kalau ada yang beda: “Kita kan saling melengkapi.”

Dasar manusia
Kalau liburan: “Pengen sekolah kangen kelas kangen temen-temen.”
Kalau sekolah: “Kapan liburnya?! I hate school!”

Dasar manusia
Di SMA: “Buruan lulus dong. Pengen cepet-cepet jadi anak kuliah.”
Di universitas: “TAKE ME BACK TO HIGHSCHOOL, PLEASE”

Dasar manusia. Klise.

Friday, 20 December 2013

Malam, Dingin, Sunyi, dan Firasat

Malam menghardik,
"Tidurlah!
Kau tak lihat, aku adalah penguasa mata-mata yang terlelap
dan mimpi-mimpi yang hinggap.
Kau harus menjadi satu diantaranya.
Aku sudah lelah,
akhir-akhir ini sudah terlalu banyak orang sepertimu,
yang tak mau mengalah dari waktu.
Jangan biarkan kehadiranku hanya untuk menemanimu
berkelana dalam hal-hal bodoh dan naif!"

Dingin berseru,
"Aku ingin bersamamu.
Memelukmu dalam dekapanku,
meski aku tau kau tak mengharapkan kehadiranku.
Aku hanya ingin kau merasakan keberadaanku,
berhenti mengeluh, dan mulai bersyukur atas semua yang kau miliki.
Tenang saja,
aku tak akan selamanya menemanimu.
Aku akan pergi,
mungkin saat kau berada dalam rengkuhan tangan hangatnya yang tulus."

Sunyi berkata,
"Aku membutuhkanmu.
Tapi, hal tersebut tak bertepuk sebelah tangan,
karena aku mengerti kau juga membutuhkanku,
walau kau tak mau mengakuinya.
Di saat yang lain pergi, ke mana kau akan berbincang?
Mengulang-ulang pembicaraan yang melulu tentang dirinya.
Ya, aku akan selalu di sini.
Sebenarnya aku tak pernah ke mana-mana,
hanya kadang kau tak menghargai keberadaanku."

Firasat berbisik,
"Maafkan aku jika terpaksa masuk dalam dirimu.
Sungguh, aku pun tak ingin berada di sini.
Aku tak ingin kau merasakan
kemarahan Malam,
pelukan Dingin,
atau ditemani Sunyi.
Namun, apa daya,
semesta yang berkehendak.
Yang kau butuhkan hanyalah menelaah
apakah kehadiranku berarti,
atau sekedar kekosongan belaka.
Tapi, ku harap kau segera menemukan jawaban."

Monday, 25 November 2013

Sabar Tanpa Batas

Menurut KBBI, definisi sabar adalah tabah, tenang, dan tidak tergesa-gesa. Lalu bagaimana menurut kalian sendiri? Bagi saya, sabar tidak terbatas dalam konteks kerelaan menunggu seseorang atau sesuatu yang kita harapkan kejadiannya, namun juga bagaimana rasa toleran kita dalam menghadapi kejadian dan perlakuan yang sebenarnya tidak kita inginkan. Sebagai contoh: menunggu dalam sebuah antrian, itu dinamakan sabar; mendapatkan hal-hal tidak sesuai harapan tapi masih sanggup menjaga ketenangan pikiran, itu juga bisa dinamakan sabar.

Dalam tulisan kali ini, mungkin saya akan cenderung membahas contoh yang kedua. Pastinya dalam hidup ini ada kejadian yang tidak sejalan dengan apa yang kita harapkan, bukan? Hal itu terjadi pada semua orang, entah dalam porsi banyak ataupun sedikit.

Ketika suatu hal buruk menimpa orang lain dan kita merasa tidak dapat melakukan hal yang berarti, seringkali kita akan berkata “sabar ya”, entah dalam pengucapannya benar-benar sepenuh hati atau reflek pikiran yang disalurkan ke lafalan bibir saja, itu tergantung situasi dan kondisi. Apabila hal tersebut benar-benar dimaksudkan sepenuhnya, maka yang diharapkan adalah orang yang sedang diuji tersebut diberi kekuatan lebih dalam menghadapi masalahnya. Bagi yang mengucapkan, mungkin terasa mudah, cukup mengucapkan dua suku kata yang terdiri dari lima huruf. Atau mungkin saat mengucapkan “sabar”, kita merasakan empati dan ikut merasa sedih jika yang mendapatkan kejadian buruk tersebut adalah orang-orang terdekat kita. Namun, bagaimanapun kesedihan dan empati kita, tidak akan sama dengan yang merasakan langsung. Ya, bagaimana jika kita berada di posisi tidak beruntung tersebut? Jika hal yang dihadapi merupakan cobaan berat, ucapan “sabar ya” hanya akan terdengar sebagai ungkapan klise di telinga kita, bukan? Apakah kita dapat menghadapi hal-hal tersebut dengan ketenangan dan rasa toleran? Saya rasa tidak semudah itu. Karena sabar itu mudah diucapkan, tetapi sulit dilakukan.

Kesulitan-kesulitan dalam merealisasikan ungkapan “sabar” dapat disebabkan oleh banyak hal. Bisa saja kesulitan yang dihadapi terasa sangat berat, baik itu disebabkan oleh kondisi atau individu lain. Tapi, ingatkah kalian akan kata pepatah, “Tuhan tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan umat-Nya”? Saya rasa hal itu benar adanya. Untuk setiap masalah pasti ada jalan, tergantung ketekunan dan usaha kita dalam mencari jalan keluar tersebut. Bisa juga yang kita butuhkan hanyalah waktu yang lebih, kekuatan yang lebih, dan dukungan yang lebih. Memang sulit, tapi bukan mustahil.

Apabila kalian merasa lelah atau merasa di ujung kemampuan dalam menghadapi sesuatu, yang perlu dilakukan hanyalah menenangkan diri dan memperpanjang rasa toleran. Seberat apapun, nikmati saja prosesnya. Jangan beri batas untuk kesabaran.

Sabar itu tanpa batas, jika masih dalam batasan ya namanya belum sabar.

Tuesday, 29 October 2013

Coretan untuk Rintik Hujan

Datang rintik hujan
Satu demi satu kemudian bertambah banyak
Lagi-lagi langit menangis dan bumi menjadi korbannya
Tapi, mungkin bumi tak merasa terbebani

Ada yang benci kehadiranmu
Namun, ada yang bersyukur ketika kau datang
Dan aku... Termasuk yang mana?
Entahlah, mungkin aku berada di tengah-tengah

Kadang aku bertanya, mengapa kau datang keroyokan?
Apa kau tak punya nyali jika datang sendirian?
Tapi tak apa-apa, akhirnya aku mengerti
Karena aku juga takut jika sendiri

Hei, hujan!
Melodi yang kau buat ketika jatuh ke bumi membuatku tak merasa sepi
Namun, sayang...
Hujan selalu datang disusul rindu pada seseorang

Saturday, 19 October 2013

Ini Tulisan Kosong

Sedang menulis
Mengerjakan tugas yang sepertinya mudah, namun ternyata susah
Tak ada inspirasi, pikiran seperti tak berisi
Duduk dua jam, logika masih buram
Dan di luar mendung, lalu turun hujan
Tapi masih bingung, tak menemukan jawaban
Ah sudahlah


Ini tulisan kosong

Monday, 19 August 2013

Merdeka?

Hari ini tanggal 19 Agustus 2013. Dan itu artinya, dua hari yang lalu adalah peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-68.
Enam puluh delapan. Ya, 68 tahun yang lalu Indonesia meneriakkan kemerdekaannya. Sudah cukup lama, bukan? Ataukah masih usia yang singkat?
Menurut saya, merdeka adalah ketika yang beropini dapat menyuarakan pendapatnya. Yang lapar dapat makan. Yang disia-sia dapat bersyukur. Yang berkarya dihargai. Dan yang berkuasa tak lagi bersandiwara, atau mengambil yang bukan haknya.
Jika begitu, sudahkah kita merdeka?
Atau masih merana?
Yang berada di bawah semakin kecil
Dan yang di atas seolah tak peduli.
Keadilan sepertinya hanyalah wacana. Dan kemakmuran hanya janji semata.
Sedikit cerita, rumah yang saya tinggali ini dulunya adalah tanah militer. Dan tetangga saya, yang merupakan penduduk asli daerah ini, adalah seorang purnawirawan. Ya, beliau ikut memperjuangkan status kemerdekaan kita sekarang ini. Dan ada satu kalimat yang membuat hati saya ikut teriris rasanya. Beliau pernah berkata kepada saya, dalam bahasa Jawa, yang jika diartikan menjadi bahasa Indonesia, kira-kira seperti ini kalimatnya:
"Saya sedih melihat negara ini sekarang. Saya merasa dibohongi dan dikhianati. Percuma perjuangan saya dulu."
Dari kata-kata beliau, sepertinya kita belum terlihat melanjutkan perjuangannya. Begitu, bukan?
Yah tapi tak hanya yang kurang-kurang saja. Jangan lupa prestasi Indonesia. Baik yg diraih anak bangsa, maupun usaha seluruh bagian dalam bidangnya.
Bagaimanapun, kita lah yang harus berjuang jika tak ingin terpuruk lebih dalam.
Selamat ulang tahun, Indonesia!